Menu Close

5 Cara Mempertahankan Bisnis Di Tengah Hantaman Wabah Covid

Begitu pula pelayanan yang mungkin saja ikut mempengaruhi kepuasan pelanggan. Untuk memulihkan bisnis setelah pandemi Corona, Kamu yang terutama bergerak di bidang B2B alias Business to Business perlu mulai mencari investasi jangka panjang. Ada berbagai jenis investasi jangka panjang yang bisa menguntungkan bisnis Kamu. Jadi, mulailah untuk melakukan evaluasi pada berbagai aspek bisnis agar Kamu bisa melihat, mana saja hal yang perlu kamu kembangkan.

Terkadang tidak hanya kebutuhan utama saja yang dibutuhkan oleh masyarakat, tetapi kebutuhan substansi. Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama PT Itama Ranoraya Tbk Heru Firdausi Syarif mengungkapkan strategi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan terutama pasca pandemi Covid-19. Beberapa upaya yang dilakukan yakni diversifikasi bisnis, sehingga tidak hanya mengandalkan distribusi melainkan manufaktur untuk memproduksi alat kesehatan berteknologi tinggi, dan mengembangkan kerja sama dengan laboratorium. Usahawan yang mulai merambah dunia on-line tidak lepas dari tuntutan untuk terintegrasi dengan fitur pembayaran digital pula. Hal ini tidak lepas dari layanan konsumen untuk memudahkan transaksi dan efisiensi antar seller dan supplier.

Karena sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga kualitas dalam service delivery yang nantinya akan membantu meningkatkan customer experience yang positif. Dengan beberapa pertanyaan di atas, semoga dapat membantu Anda dalam mengukur usaha Anda di situasi pandemi seperti saat ini. Kedua, fokus dengan keadaan present saat ini, agar mampu meraih strategi terakhir, yaitu menemukan peluang bisnis baru yang memungkinkan untuk dimasuki. Benedicto Haryono, CEO & Co Founder KoinWorks menjelaskan setidaknya ada tiga kunci untuk terus bertahan di tengah pandemi. Bahwa bisnis kita tidak cuma cari cuan tapi juga ingin memberipositive impactke masyarakat. Situasi seperti ini juga waktu yang tepat untuk menyelesaikan atau membuat hal-hal yang masih tertunda sebelumnya.

Karena konsumen menganggap terlalu banyak informasi hanya akan membuat mereka bingung. Maka disinilah pentingnya peran personalisasi dari sistem Customer Relationship Management dengan petugas contact center yang dapat memberikan informasi sesuai kebutuhan konsumen. Di masa pandemi ini, masyarakat enggan berinteraksi secara tatap mukadan lebih memilih mencari cara alternatif untuk memenuhi kebutuhannya tanpa harus keluar rumah. Dengan memiliki pola pikir seperti itu, Anda akan dapat melakukan analisis situasi untuk membuat serangkaian rencana serta evaluasi atas seluruh skenario dan strategi usaha Anda. Termasuk kondisi kemungkinan terburuk yang mungkin akan terjadi terhadap usaha yang sedang Anda jalankan.

Untuk itu, platform diskusi interaktif bulanan milik ShopeePay, ShopeePay Talk kali ini membahas topik untuk membangun bisnis dengan modal minim. Mila menekankan pentingnya memiliki foto produk yang menarik dan menggunakan strategi pemasaran delicate promoting untuk optimalisasi penjualan online. Sandiaga menyampaikan bahwa Kemenparekraf telah menyusun sejumlah strategi, mulai dari bantuan permodalan hingga pelatihan keterampilan, khususnya digitalisasi UMKM yang meliputi penjualan on-line dan pembuatan konten kreatif. Konten kreatif diyakini dapat menjadi sarana promosi strategis untuk meningkatkan penjualan sekaligus memasarkan berbagai produk ekonomi kreatif. “Sebagai lembaga keuangan, Bank DBS Indonesia menjalankan praktis bisnis dan perbankan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, dengan menyediakan layanan perbankan yang mendukung dan memudahkan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Melalui layanan DBS IDEAL, pelaku usaha dapat mengatur keuangan perusahaan dari rumah sehingga bisnis lancar dan produktif,” Husin Hartono, Head of Sales Global Transaction Services PT Bank DBS Indonesia.

Strategi bisnis dimasa pandemi

Dijelaskan oleh Fellexandro Ruby, seorang entrepreneur dan penemu edutech Negeri Pembelajar, pelaku usaha harus kreatif maksimalkan modal keterampilan diri. Seperti memaksimalkan networking dengan mengajak kreator konten berkolaborasi dalam bisnis yang sedang dirintis. Bahkan kabarnya JNE juga akan meluncurkan aplikasi yang memungkinkan pelanggan untuk memproses layanan pick-up dengan 1 aplikasi saja, sehingga aspek kemudahan bisa dirasakan oleh para pelaku usaha. Jika nggak memungkinkan untuk mengantar pesanan sendiri, kamu bisa melibatkan pihak ketiga misalnya bekerjasama dengan ojek on-line. Hal ini bisa memudahkan calon konsumen mendapatkan produkmu dan kamu pun bisa mempertahankan penjualan. Jangan lupa mainkan promo gratis ongkos kirim juga supaya lebih menarik dan lakukan promosi secara on-line, misalnya lewat grup Facebook di kotamu atau lewat kontak WhatsApp.

Dilansir dari information Goldman Sachs bahwa sebanyak 96% pemilik UKM di Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka telah merasakan dampak dari pandemi Covid-19 dan 75% dari usaha mereka mengalami penurunan penjualan. Lakukanlah koordinasi dengan karyawan sejak awal kamu merencanakan perubahan strategi bisnis ini. Bisnis yang kamu jalankan ini tak akan berjalan lancar, tanpa dukungan mereka. Munculnya COVID-19 juga menyadarkan banyak Laundrypreneur bahwa tempat strategis untuk berbisnis laundry mulai bergeser dari offline ke online. Saat ini hampir seluruh aktivitas di dalam maupun ke luar rumah tergantikan dengan aplikasi di handphone, termasuk mencuci di laundry.