Menu Close

Ada Lebih 1 000 Restoran Tutup Permanen Akibat Pandemi

Penutupan sementara fasiltas umum memberi dampak pada pengusaha kecil. Seperti contohnya, pedagang kelontong tidak dapat menjual barangnya disebabkan oleh pasar yang ditutup dalam jangka waktu tertentu. Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan akhirnya membuat industri perhotelan dan restoran berguguran.

Dimana, pola penjualan ‘on-line’ merupakan cara UMKM untuk bisa menjaga bisnis di tengah pandemi Covid-19. Di lain pihak, keinginan pembelian konsumen selama PSBB juga meningkat tajam. Maka secara umum dalam hukum ekonomi ‘supply and demand’ dapat dilaksanakan. Menurunnya penjualan di sektor tersebut terjadi seiring dengan menurunnya pendapatan sebagian kelompok konsumen karena pemutusan hubungan kerja.

Apabila pengusaha akan membayar upah pekerja tidak secara penuh, agar dirundingkan dengan pihak serikat pekerja dan atau para pekerja mengenai besarnya upah selama dirumahkan. Dengan adanya pandemi Covid-19, peluang bisnis menjadi jauh semakin sempit dari biasanya. Tetapi justru kita dapat menemukan peluang-peluang yang tidak terlihat sebelumnya. Tentunya, kita juga tahu apa saja usaha yang sebaiknya dihindari dan usaha yang memungkinkan untuk dilakukan. Berkurangnya pengunjung bukan berarti tempat tersebut harus gulung tikar. Masih banyak solusi seperti menggunakan jasa transportasi online seperti Gojek atau Grab untuk melakukan supply makanan dari restoran favorit anda, atau membeli belanjaan tanpa harusangkat kaki dari rumah.

Kebiasaan ini tidak akan luntur pasca pandemi dan dia akan terus melekat. [newline]Tantangan-tantangan tersebut akan dapat kita hadapi jika kita saling membantu untuk mengubah tantangan menjadi peluang usaha yang baru”. Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia Ikhsan Ingratubun mengatakan, 30 juta UMKM bangkrut akibat kebijakan pembatasan sosial di dalam negeri di tengah pan­demi. Meskipun menutup gerai offline, Golden Truly ternyata beralih ke digital. Saat ini untuk konsumen loyal Golden Truly tetap bisa mendapatkan produk Golden Truly di marketplace Slot Online.

Banyak bisnis yang tutup dikarekan pandemi

Survei tersebut dilakukan terhadap 9.000 lebih restoran dan hotel di seluruh Indonesia, dengan 4.469 koresponden. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Kustini Sri Purnomo mengungkapkan saat ini Dekranasda sudah memiliki ruang pamer yang representatif di tempat yang srategis. Di Gedung Dekranasda, setiap hari dipajang ratusan item produk IKM Sleman.

Menurut survei terbaru, 46-48% orang akan lebih sedikit melakukan eating out dan hangout di cafe karena adanya wabah. Ini belum termasuk pemberlakuan PSBB yang kian ketat, yang meminta mereka hanya melayani take away, dan membatasi jam operasional. Hal ini menjadi poin penting yang perlu diperhatikan saat toko-toko mulai diperbolehkan untuk buka kembali. Dengan adanya kesempatan ini, Anda bisa memaksimalkan kembali hasil penjualan toko dengan jaminan keamanan toko. Bagi pekerja/buruh yang dikategorikan sebagai Orang Dalam Pemantauan COVID-19berdasarkan keterangan dokter sehingga tidak dapat masuk kerja paling lama 14 hari atau sesuai standar Kementerian Kesehatan, maka upahnya dibayarkan secara penuh. Sebuah sumber yang dekat dengan perusahaan mengatakan bahwa mereka telah melihat penyerapan yang cepat dari belanja web untuk pakaian sejak penguncian diberlakukan di Inggris karena pandemi.

Walau mungkin PSBB membuat agak lebih lama tapi komplaincustomertidak banyak. Untuk karyawan yang masih bertahan, kami juga terpaksa menurunkan gaji. Sedangkan dari segi bahan baku, tidak ada dampak besar karena kami sudah mengamankan stok cukup banyak untuk bahan-bahan kue. Bank Indonesia juga turut mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan pembayaran non-tunai untuk mencegah penyebaran virus corona. 500 Miliar untuk mendukung kerja sama hotel dan supplier transportasi, hingga bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan upaya penyelamatan industri pariwisata di daerah masing-masing. Senada dengan hal tersebut, Prof. Indra Cahya Uno selaku pendiri dari OK OCE mengatakan “Selama pandemi, kita sudah terbiasa dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada, contohnya protokol kesehatan.

Hal tersebut juga bertujuan agar bisnismu dapat terus berkembang dan menghasilkan banyak pundi-pundi rupiah. “Eksistensi koperasi memang merupakan suatu fenomena tersendiri, karena tidak satu lembaga sejenis lainnya yang mampu menyamainya, tetapi sekaligus diharapkan menjadi penyeimbang terhadap pilar ekonomi lainnya,” urainya. Dilihat dari segmennya, penjualan makanan turun paling besar 32,67 persen yoy menjadi Rp6,05 triliun, sedangkan penjualan nonmakanan turun 10,ninety eight persen yoy menjadi Rp2,84 triliun.

Ini terbukti dengan penurunan arus pariwisata, gangguan udara perjalanan, dan melemahnya kepercayaan konsumen dan bisnis. Bahkan di beberapa negara memberlakukan lockdown, karantina komunitas, perintah tinggal di rumah, penutupan bisnis sementara, dan pembatasan perjalanan atau larangan untuk menahan penyebaran virus. Temuan kelima, UMKM melakukan mitigasi dengan cara pivot bisnis hingga ekspansi usaha. Ya, masalah pandemi Covid-19 tidak menghalangi kreativitas para pelaku usaha untuk mencari solusi agar usaha tetap dapat berjalan. Berdasarkan hasil knowledge yang ada, mayoritas responden memilih untuk mencari pasar baru (23,93%). Sementara itu, 13,44% responden memilih untuk melakukan pivot bisnis atau menjual produk baru.